Now Playing Tracks

Thought via Path

Teman-teman yang cerdas, yang bisa mengumumkan dan menetapkan Presiden berikutnya adalah KPU, bukan Quick Count. Jangan kita mudah terprovokasi dan terpancing di adu domba.

Ingat siapapun yg menang, yg punya kepentingan adalah Elit Politik. Kita sebagai rakyat masih harus melanjutkan perjuangan untik hidup kita sendiri. – Read on Path.

Thought via Path

Hasil Quick Count beda2. Masing2 saling claim kemenangan. Udah pada kalem, kita awasi aja KPU yg memang berhak dan bertanggung jawab menghitung hasil pemilihan suara. Sabar tunggu 3 minggu lagi. Ayolah Indonesia, redam emosi, tenangkan diri. Kita harus bersatu.

lupakan pilpres sejenak lah, mari kita luangkan waktu untuk merenungkan kejahatan ham yg sesungguhnya, yg terjadi di Gaza. #safeforgaza – Read on Path.

Thought via Path

Buat temen2 yg lg terkesima nonton world cup Brazil vs Germany, yuk luangin waktu 10menit ajah untuk Tahajud memohon perlindungan untuk saudara2 kita di gaza yg rumah dan masjidnya sedang dihancurkan. Dan untuk kelancaran pilpres hari ini. #saveforgaza #saveforpalestine #pilpresdamai – Read on Path.

Thought via Path

Besok, 9 Juli 2014, akan menjadi salah 1 hari bersejarah bagi Republik ini. Kita akan merayakan pesta demokrasi pemilihan presiden, yg mungkin baru kali ini begitu menyita perhatian dunia internasional.

Mungkin pilihan kita sama, tapi mungkin juga pilihan kita berbeda. Nggak masalah pilih No 1 kalau memang menyukainya. Demikian pula, boleh saja memilih No 2, jika itu yang disukai. Yang terpenting tidak memilih No 1 karena benci No 2, dan tidak memilih No 2 karena marah pada No 1.

Selama masa kampanye, hampir habis energi masing2 pendukung untuk bertengkar dan bertikai menentukan siapa yg lebih baik di antara mereka. Hampir hilang nalar dan akal sehat karena pertengkaran dan pertikaian.

Jika masyarakat Indonesia memilih dengan rasa benci kepada lawan calonnya seperti itu, maka Presiden/Wapres yang terpilih bisa dipastikan berlumur kebencian dan dendam. Kita akan punya Presiden/Wapres buah dari rasa benci.

Sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa adalah penguasa semesta alam yg Maha Mengetahui hal Gaib yg tidak kita ketahui. Tuhan Yang Maha Esa tentu telah menetapkan yg terbaik untuk menjadi pemimpin negeri ini kelak.

Semoga kita senantiasa menjadi insan yg selalu patuh, taat, dan tunduk thdp takdir Tuhan. Semoga Tuhan selalu menjaga hati kita atas ketetapanNya.

Agar tidak timbul kesombongan & kepongahan dalam hati kita, jika ketetapan Tuhan ternyata sesuai dgn pilihan kita, selalu menjaga diri untuk rendah hati, dan bersyukur.

Agar tidak timbul rasa amarah, dendam, dan sakit hati pada diri kita jika ternyata Takdir Tuhan tidak sesuai dgn pilihan kita, selalu menjaga diri untuk berbesar hati, dan penuh keikhlasan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan Rahmat dan HidayahNya untuk Negeri ini, agar selalu Damai dan Sejahtera. – Read on Path.

Thought via Path

Besok, 9 Juli 2014, akan menjadi salah 1 hari bersejarah bagi Republik ini. Kita akan merayakan pesta demokrasi pemilihan presiden, yg mungkin baru kali ini begitu menyita perhatian dunia internasional.

Mungkin pilihan kita sama, tapi mungkin juga pilihan kita berbeda. Nggak masalah pilih No 1 kalau memang menyukainya. Demikian pula, boleh saja memilih No 2, jika itu yang disukai. Yang terpenting tidak memilih No 1 karena benci No 2, dan tidak memilih No 2 karena marah pada No 1.

Selama masa kampanye, hampir habis energi masing2 pendukung untuk bertengkar dan bertikai menentukan siapa yg lebih baik di antara mereka. Hampir hilang nalar dan akal sehat karena pertengkaran dan pertikaian.

Jika masyarakat Indonesia memilih dengan rasa benci kepada lawan calonnya seperti itu, maka Presiden/Wapres yang terpilih bisa dipastikan berlumur kebencian dan dendam. Kita akan punya Presiden/Wapres buah dari rasa benci.

Sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa adalah penguasa semesta alam yg Maha Mengetahui hal Gaib yg tidak kita ketahui. Tuhan Yang Maha Esa tentu telah menetapkan Tuhan yg terbaik untuk menjadi pemimpin negeri ini kelak.

Semoga kita senantiasa menjadi insan yg selalu patuh, taat, dan tunduk thdp takdir Tuhan. Semoga Tuhan selalu menjaga hati kita atas ketetapanNya.

Agar tidak timbul kesombongan & kepongahan dalam hati kita, jika ketetapan Tuhan ternyata sesuai dgn pilihan kita, selalu menjaga diri untuk rendah hati, dan bersyukur.

Agar tidak timbul rasa amarah, dendam, dan sakit hati pada diri kita jika ternyata Takdir Tuhan tidak sesuai dgn pilihan kita, selalu menjaga diri untuk berbesar hati, dan penuh keikhlasan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan Rahmat dan HidayahNya untuk Negeri ini, agar selalu Damai dan Sejahtera. – Read on Path.

Thought via Path

Alhamdulillah, akhirnya memasuki masa tenang dari hiruk pikuk kampanye pilpres.

Sebaiknya masa tenang ini digunakan untuk merenung dan memantapkan hati mengenai apa yg menjadi pilihan kita.

Sebagai umat muslim, kita diminta untuk selalu berprasangka baik. Memberikan sedikit ruang keraguan dihati kita, karena tak ada manusia yang sempurna.

Belajarlah untuk selalu menghargai pilihan dan pemikiran orang lain. Yang milih Jokowi bukanlah selalu orang yang baik, yang milih Prabowo pun juga bukan selalu orang yang arogan. Yang milih Prabowo juga bukan berarti memiliki prinsip & ketegasan, yang milih Jokowi pun juga bukan berarti orang yang munafik. Semua itu pilihan hati, jangan terlalu dangkal dan dini dalam menilai.

Namun yang terpenting, siapapun yang nantinya terpilih, adalah pilihan dan takdir Tuhan untuk memimpin negeri ini sampai 5thn kedepan. Tidak ada yang menang dan kalah dalam takdir.

Selamat memilih. Sebarkan cinta dan kedamaian demi bumi pertiwi. – Read on Path.

To Tumblr, Love Pixel Union